7 Kecelakaan Maut Bus dan Cerita Jalur Tengkorak di Indonesia

7 Kecelakaan Maut Bus dan Cerita Jalur Tengkorak di Indonesia

7 Kecelakaan Maut Bus dan Cerita Jalur Tengkorak di Indonesia
Liputan6.com

Kecelakaan Maut Bus –  Kecelakaan lalu lintas adalah kecelakaan yang terjadi di jalan raya, yaitu kendaraan yang melintas dengan pengguna jalan lain secara sengaja atau tidak sengaja yang dapat menimbulkan korban jiwa dan / atau kerusakan harta benda.Seperti halnya Jakarta, sempat terjadi kecelakaan bus yang memakan korban jiwa beberapa waktu lalu. Pada Sabtu, 8 September 2018, bus wisata Jakarta Wisata yang membawa puluhan karyawan PT Catur Putra Group Bogor menabrak jurang di Cikadang, Sukabumi, Jawa Barat.

Menurut catatan, peristiwa tragis ini telah merenggut nyawa terbanyak dalam seluruh kecelakaan dalam dua tahun terakhir. Insiden bus tersebut jatuh ke jurang sedalam sekitar 25 meter, menewaskan 21 orang dan melukai 17 lainnya.Di Indonesia, kecelakaan bus sudah berkali-kali terjadi. Kecelakaan baru-baru ini di Sukabumi telah meningkatkan nyawa serangkaian kecelakaan bus yang fatal dan menyebabkan banyak kematian.

Kami merangkum tujuh kecelakaan bus paling tragis di beberapa wilayah :

1.Tanjakan Emen Subang Pada Tanggal 10 Februari 2018

Tanjakan Emen Subang Pada Tanggal 10 Februari 2018
Purwakarta Post

KOMPAS.com – Jawa Barat, Jawa Barat, Kampung Cicenang, Ciater Subang, Janan Raya Bandung-Subang tempat kecelakaan fatal terjadi di kawasan Tanjakan Emen, Sabtu (10/2/2018) pukul 17.00 WIB. Sebanyak 27 orang tewas dalam kecelakaan yang melibatkan bus pariwisata tersebut. AKBP Hari Suprapto, Kapolres Jabar, mengatakan bus wisata itu dari Bandung menuju Subang. Harry mengatakan: “Saat turun, bus terbalik dan menabrak sepeda motor Honda Beat Nopol T 4382 MH.” Kapolsek Subang AKBP M Joni mengatakan, nomor polisi bus tersebut adalah F 7959 AA. Menurut data yang didapat, bus wisata tersebut mampu menampung 50 penumpang. Mereka adalah rombongan wisatawan asal Tangerang Selatan.

Wisatawan ini baru saja meninggalkan wisata kawah Tangkuban Parahu di Kecamatan Ciater Kabupaten Soang, kemudian kembali ke Tangerang Selatan melalui tol Cikopo-Palimanan yang dapat diakses dari pintu tol Kota Subang. Setelah keluar dari gapura Tangkuban Parahu, bus harus melalui jalur turunan yang panjang kurang lebih 2 kilometer. Kecelakaan tragis terjadi saat bus melewati tanjakan curam dan berkelok di kebun teh dan hutan pinus. Bus mengalami kecelakaan tragis. “Setelah lama turun berliku-liku sehingga bus kehilangan kendali karena rem diduga rusak dan menabrak sepeda motor dengan nomor alarm T 4382 MM. Kemudian, bus menabrak tebing di sisi kiri jalan dan melanjutkan perjalanan. Bahu, “kata Jonny.

Informasi terakhir yang dirilis RSUD Subang menyebutkan korban yang meninggal dalam kecelakaan itu mencapai 27 orang. Kepala Humas RSUD Subang Mamat Budirakhmat mengatakan kepada Tribun Jabar di depan kamar mayat RSUD Subang pada Sabtu malam: “27 orang meninggal dunia dan 18 luka-luka di ruang gawat darurat. Semuanya penumpang bus.” Menurut Mamat, sejak pukul 21.50 WIB, 27 orang tewas ditempatkan di kamar mayat. Mereka belum dikonfirmasi. Pada saat yang sama, korban yang terluka mengalami patah kaki, tangan dan pinggul, serta mengalami luka di kepala yang parah.

2. Bus Sang Engon di Semarang Pada Tanggal 20 Februari 2015

Bus Sang Engon di Semarang Pada Tanggal 20 Februari 2015
VIVA

texasheritagesociety – Pada hari Jumat, 20 Februari sekitar pukul 13.30, terjadi kecelakaan di bus PO Sang Engon B 7222 KGA di tol Jatingaleh di Jangli, Semarang. Bus tersebut mengangkut 68 penumpang, termasuk pengemudi dan kernet. Penumpangnya adalah rombongan pengajian asal Bojonegoro yang baru saja mengikuti mabuk Habib Lutfi di Pekalongan. Mereka bersiap kembali ke Borona Goror dari Pekalongan melalui jalan tol di Kota Semarang.

Bus maut Sang Engon mengalami kecelakaan dan menabrak tebing di ruas Tol Jatingaleh sepanjang 9300 kilometer ruas Tol Jangli Semarang, Jawa Tengah, saat berusia 3 tahun. Menurut STNK, bus tersebut mulai beroperasi pada 2012 dan seluruh komponen masih beroperasi normal.Menurut Kombes Istu Hari, Kapolsek Jateng, hasil sementara pengerjaan TKP menyimpulkan bahwa penyebab kecelakaan bus itu adalah human error. Ini dianggap sebagai kelelahan pengemudi.

Hussein mengantarkan 73 penumpang untuk pengajian Habib Lutfi hingga pukul 10.00 WIB. Usai acara, ia langsung melanjutkan perjalanan.Saat itu, diduga supirnya kelelahan akibat perjalanan jarak jauh, ternyata geng tersebut tidak langsung pulang ke kampung halaman, melainkan ingin singgah di Kabupaten Semarang dan membacanya kembali.

Informasi penumpang :
68 penumpang (termasuk throttle dan driver)
16 korban meninggal
52 korban luka

Sejak pagi, tim Traffic Accident Analyst (TAA) Polda Jateng telah melakukan pengolahan TKP dan menggunakan drone untuk melihat informasi detail kejadian tersebut. Informasi detail kejadian tersebut nantinya akan dihimpun menjadi informasi tertentu mengenai jumlah detik kecelakaan.Alhasil, pengemudi yang lelah itu melaju dengan kecepatan 115 kilometer per jam. Pengemudi dapat melewati tikungan pertama dan menyalip tiga mobil. Namun untuk 200 meter berikutnya, ia tidak melambat meski tikungan di lokasi itu lebih tajam dan bulat.

Pada kecepatan setinggi itu, pengemudi yang memasuki gigi 5 tidak dapat mengurangi kecepatannya, sehingga kecepatan tetap kencang. Bahkan setelah berbelok, gaya sentrifugal terus menyeret bus yang sudah miring ke kanan hingga menabrak pembatas jalan beton.Bus polisi bernomor B 7222 KGA itu kemudian melintasi beton pemisah jalan dan jatuh ke kiri atas. Bus terus meluncur hingga menabrak tebing.Dalam kejadian tersebut, 16 orang dinyatakan meninggal dunia dan lainnya mengalami luka ringan.

Sopir bus tersebut kini telah ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap lalai. Kondisinya sendiri mengalami luka ringan dan sempat dirawat di RS Bhayangkara.Dalam kejadian tersebut, 16 orang dinyatakan meninggal dunia dan lainnya mengalami luka ringan. Sopir bus tersebut kini telah ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap lalai. Kondisinya sendiri mengalami luka ringan dan sempat dirawat di RS Bhayangkara.

Baca Juga : Bencana Alam Paling mengerikan di Dunia Sepanjang 2020

3. Cisarua Puncak Pada Tanggal 21 Agustus 2013

Cisarua Puncak Pada Tanggal 21 Agustus 2013
Elshinta.com

Bus wisata PO Giri Indah terjun ke tebing yang mengalir di sungai melalui Jalan Raya Puncak, Desa Neglasari, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kecamatan Cosarua, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Rabu (21/8/2013). Bus kemudian terguling di bawah jurang dengan ban sedalam 15 meter, menewaskan sedikitnya 18 orang.

Kombes Martinus Sitompul, Kabid Humas Polri Jabar, mengatakan kejadian itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB dan bus tersebut sedang dari Puncak menuju Ciawi. Saat tiba di lokasi kejadian, bus tersebut bergerak ke sisi kanan jalan dan menabrak sebuah toko serta sebuah truk pickup portabel Suzuki bernomor polisi F 8237 FK yang terparkir di depan toko tersebut.

Martinus mengatakan pada Rabu (21 Agustus 2013): “Kemudian (bus) diseret ke sungai setinggi sekitar 15 meter. Konon penyebab kecelakaan (kecelakaan itu) masih dalam penyelidikan, dan dikatakan bahwa itu karena Kegagalan pengereman”. Bus bernomor polisi B 7297 BI itu mengangkut 60 rekan praktisi di gereja tersebut. Mereka pulang setelah tiga hari berpuasa atau yang biasa disebut Puasa Esther. Dalam perjalanan pulang, bus memasuki jurang di Sungai Ciliwung di Jalan Puncak-Cianjur Km 88, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Sementara itu, seorang warga bernama Kushendar mengatakan bahwa saat bus tersebut jatuh, dia berdiri tegak setelah menabrak truk pickup. Tak lama kemudian, bus itu terbalik dengan bannya yang berputar.Dia mengatakan pada Rabu (21 Agustus 2013): “Saat bus menabrak mobil elpiji, posisinya vertikal, dan karena ban di atasnya, terus turun.”Saat bus dalam posisi tegak, seluruh penumpang Gereja Bethel Indonesia (GBI) berkumpul di depan bus sehingga banyak penumpang yang meninggal akibat tertabrak badan bus dan penumpang lainnya.

4. Bus Rombongan Peziarah di Ciloto Pada Tanggal 27 Februari 2013

Bus Rombongan Peziarah di Ciloto Pada Tanggal 27 Februari 2013
Tempo Foto – Tempo.co

Kecelakaan fatal lainnya terjadi di Kabupaten Cianjur. Kecelakaan itu terjadi pada Rabu (27/2/13) saat bus Mustika Mega Utama bernomor polisi F 7263 K itu terjatuh di tebing jalur Cianjur-Bogor di Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur.Sebuah kecelakaan mengakibatkan 17 orang meninggal dunia, 27 luka berat dan 23 luka ringan. Dari 17 korban yang meninggal, 13 sudah diidentifikasi. Sebagian besar warga berasal dari dua desa di Kabu. Bogor yaitu Desa Cikemang dan Desa Bojong di Desa Kec Sukajaya. Sukajaya dari Kab. Bogor

Sebanyak 13 korban teridentifikasi, antara lain Adi (51), Usup Subrata (39), Emun (45), Herlan (50), Dedeh (45), Panca (8), Ani (65), Ema (15), Siti Badriatun (25), Elam (35), Akta Ben Uka, Akta Opik (38) dan Nadi. Menurut informasi yang dihimpun “PRLM”, bus yang membawa rombongan jemaah haji itu dimaksudkan untuk berziarah di Makam Cikundul di Chianzul. Namun, kabut tebal dan angin yang sebelumnya bergetar serta bus-bus berkecepatan tinggi tak terkendali, di tikungan Bumi Aki di Cipanas, bus menabrak tebing dan terbalik.

Sebagian besar korban tewas tertabrak bus di sebelah kiri. Keadaan saat bus dievakuasi terlihat buruk di sebelah kiri. Seorang saksi mata, Endang (44) menjadi saksi. Tak jauh dari tebing, ia berkata: “Segalanya berjalan sangat cepat. Tidak ada suara benturan sebelum menabrak tebing karena jalan sepi saat kecelakaan terjadi.”Endang menuturkan, saat menabrak tebing banyak yang menangis. Namun, dia telah melihat sebanyak 8 orang tewas di tempat. Ia mengatakan: “Warga segera membantu beberapa orang yang masih terjebak, dan akhirnya dibawa ke RS Simacapanas.”

Namun, pihak Polres Cianjur belum bisa memastikan penyebab kecelakaan tersebut. Pasalnya, sopir bus Pandi (45 tahun) adalah warga Kampung Pamijahan di Kab. Bogor belum dimintai keterangan karena masih shock. Dia juga diawasi secara ketat oleh polisi. Di saat yang sama, Bupati Shang Anzul Sulanto yang sempat mengunjungi para korban mengatakan, hal ini menjadi masalah tersendiri karena dalam seminggu terjadi kecelakaan besar.

Baca Juga  : 6 Tragedi Kecelakaan Kapal Terbesar Sepanjang Sejarah Dunia

5. Bus Maut Karunia Bakti di Cisarua Pada Tanggal 10 Februari 2012

Bus Maut Karunia Bakti di Cisarua Pada Tanggal 10 Februari 2012
Viva

Pada Jumat 10 Februari 2012, bus Karunia Bakti kehilangan kendali dan menabrak tebing di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 14 orang tewas dan 46 lainnya luka-luka. Dari pemeriksaan diketahui bus dengan nomor alarm Z 1795 DA gagal melakukan pengereman.Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 18.15 WIB. Bus Garut-Jakarta yang melaju kencang dari puncak gunung gagal mengerem pada jarak 300 meter dari gerbang Taman Safari atau langsung di depan Hotel Green Safari.

Dalam keadaan yang tidak terkendali, tidak mungkin untuk menghindari konflik antara bus Karunia Bakti dan bus Doa Ibu dari arah berlawanan. Bus tujuan Tasikmalaya hancur di sebelah kanan. Banyak korban tewas di garis depan.Bus maut masih melaju kencang, lalu menabrak Suzuki APV B8539 MV, dua pikap Colt, Toyota Kijang D 1582 DF, angkot, lalu menabrak Toyota Avanza B 1536 SKB, Nissan Grand Livina F 1472 HD, Mitsubishi Pajero F 1481 SJD , dan beberapa sepeda motor mengalami kecelakaan.

Bus tersebut menabrak toko bakso milik Ojo Lali, kemudian memasuki vila yang terpisah dari tebing di sebelah toko kantor bank dan berhenti begitu saja. Dalam posisi ini, Isah sang pemilik warung bakso juga menjadi korban dan meninggal dunia.Segera setelah kecelakaan itu, deru ambulans terus berlanjut. Kemacetan total berlangsung lebih dari 6 jam. Polisi dan warga mengevakuasi korban yang terjebak di dalam bus Karunia Bakti.Para korban dibawa ke RSUD Cisarua Paru dan sebagian dirujuk ke RS PMI Bogor. Saat mulut bus terjatuh, banyak korban berkumpul dan terjebak di kursi mobil.Sejak bus melaju, penumpang justru mencium bau busuk. Sopir bus telah diperingatkan untuk berhati-hati, tetapi seruan itu diabaikan.

6. Bus Rombongan Pelajar di Ciloto Pada Tanggal 7 Juli 2007

Bus Rombongan Pelajar di Ciloto Pada Tanggal 7 Juli 2007
Edo Rusyanto’s Traffic – WordPress.com

Sabtu, 7 Juli 2007. Bus yang membawa rombongan wisata beranggotakan 54 orang dari SMP Islam Ar-Ridho itu menuju ke Taman Cibodas di Cianjur, Jawa Barat. Kelompok ini terdiri dari siswa dan staf pengajar dari SMP Islam Ar-Ridho. Bus tersebut menempuh perjalanan di jalan Ciloto menuju pertigaan Kota Bunga Cimacan ± 100 meter sebelum mencapai Jembatan Cikocanul. Bus menabrak beberapa kendaraan yang melaju ke arah berlawanan dan juga menabrak kendaraan di depan. Ini termasuk sepeda motor, pikap Mitsubishi Colt 100 dan Toyota Kijang.

Setelah menabrak beberapa mobil, bus kembali ke jalur kiri dan menabrak Daihatsu Ferosa dan Toyota Kijang di depan. Kemudian, bus kembali ke jalur kanan, menabrak tembok dan pagar jembatan, lalu jatuh ke selokan dengan kedalaman ± 15 meter.Dalam kecelakaan tersebut, 14 orang meninggal di lokasi kejadian, 1 (satu) orang meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS, dan 1 (satu) orang meninggal dunia setelah mendapat perawatan. Kecelakaan tersebut juga mengakibatkan 28 (dua puluh delapan) orang luka dan 14 (empat belas) luka ringan.

Seluruh korban adalah penumpang bus Limas, pengemudi dan throttle, pengendara sepeda motor dan penumpang Daihatsu Ferosa.Seluruh korban kecelakaan dievakuasi ke RS Simakhan, RS Hassan Sadikin Bandung, Bogor Corporation dan RS Singir.KNKT menyimpulkan bahwa kemungkinan penyebab kecelakaan itu terutama: Pertama, ketika sopir bus hendak menyalip, dia melaju kencang dan tidak bisa mengendalikan bus. Kemudian kedua, kendaraan yang masa uji coba valid dan dikatakan terawat, namun ternyata kendaraan tersebut tidak memenuhi syarat keselamatan. Ketiga, kondisi geometris jalan yang miring ke bawah dan berbelok ke viewport yang tertutup pepohonan dan bangunan menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan.

7. Tragedi Paiton Pada Tanggal 10 Oktober 2003

Tragedi Paiton Pada Tanggal 10 Oktober 2003
Suara.com

Usai study tour di Bali, ratusan siswa tahun kedua dari Yayasan Sekolah Menengah Kejuruan Remaja (Yapemda) berbelok ke kanan menuju kampung halamannya di Sleman, Yogyakarta. Suasana kegembiraan menyelimuti seluruh acara. Mereka menaiki tiga buah gelembung AO Transport, dan mereka melaju dengan suara bulat sesaat setelah berdoa kepada Isya pada Rabu malam, 8 Oktober 2003.Dalam perjalanan, sebuah kecelakaan tragis menewaskan rombongan bus yang membawa 54 pelajar. Bus tersebut terbakar dan hampir semua penumpangnya dibakar hingga tewas.

Tragedi berawal saat bus melewati tanjakan di sudut Jalan Raya Surabaya-Banyuwangi, Banyu Blugur, Situbondo, Jawa Timur. Sebuah truk kontainer tiba-tiba memotong jalur dan langsung menabrak bagian depan bus. Beberapa saat kemudian, truk Hadron juga menabrak bagian belakang bus. Bus itu terjebak di antara dua truk. Kebakaran terjadi di depan bus tak lama setelah tertabrak. Tangki bahan bakar truk dengan pelat nomor L 8493 F memicu nyala api yang meledak dan menumpahkan sekring listrik bus. Api semakin membesar, dan para siswa berlari ke belakang dengan panik, berteriak minta tolong.

Sayangnya, pintu belakang tidak bisa dibuka karena ditabrak truk hadron dari belakang. Selain itu, tidak tersedia peralatan pemecah kaca di dalam bus. Alhasil, mahasiswa tersebut tewas mengenaskan dan mereka dibakar di dalam bus tak jauh dari pintu gerbang PLTU Paiton.Sejak itu, itu disebut tragedi Peyton.Saat itu, Inspektur Kepala Polda Jatim Heru Susanto membenarkan jumlah korban. Helu mengatakan: “Korban yang meninggal pasti 54 orang, termasuk 51 siswa dan siswi, dua orang guru dan seorang pemandu wisata. Hanya satu korban luka, Budi, adalah seorang sopir bus.”Pembalap throttle bus Budi Santoso selamat karena bisa saja kaca pintu depan pecah. Budi selamat dari luka bakar di sekujur tubuhnya. Sedangkan sopir Arwan selamat setelah turun dari bus.

Begitu pula dengan supir derek Kozin dan kernetnya Imam Syafii. Kedua belah pihak diduga melakukan peristiwa memilukan ini. Mereka terancam pasal 359 KUHP karena kelalaiannya akan mengakibatkan kematian orang lain.Kozin mengaku kepada polisi bahwa dirinya tertidur saat kejadian tersebut terjadi. Imam sedang mengemudikan truk. Karenanya, Kozin mengaku belum mengetahui penyebab kejadian tersebut.Awalnya, Imam setuju dengan Kozin. Padahal, diakuinya baru kali ini dia mengendarai truk di jalan raya. Namun, belakangan Imam membantah klaimnya.Polisi juga menetapkan sopir bus yang malang Arwan sebagai tersangka karena dinilai tak bisa membantu penumpang dengan sebaik-baiknya.

Selain human error, kawasan Banyu Blugur juga dikenal sebagai kawasan rawan kecelakaan. Jalanan di kawasan itu berkelok-kelok. Pada saat yang sama, pencahayaan di area ini sangat kecil. Meski di kiri dan kanannya berupa perbukitan dan tumbuhan liar, namun banyaknya korban yang meninggal memaksa RSUD Situbondo menggunakan es untuk melindungi jenazah. Mayat hanya ditempatkan di koridor, karena ruang jenazah tidak terlalu besar.Sebagian besar tubuh mengalami luka bakar yang parah. Beberapa bagian tubuhnya hilang, dan ada pula yang sulit dikenali.