Kebakaran Mall Yang Pernah Terjadi Di Indonesia – Selama dua hari berturut-turut, kebakaran melanda dua pusat perbelanjaan di Jakarta. Kedua pusat perbelanjaan tersebut adalah Pejaten Village di Jakarta Selatan dan FX Sudirman Shopping Center di Jakarta Pusat. Di Kampung Pejaten, terjadi kebakaran di lantai empat, dan kejadian ini memaksa pengunjung di lantai tersebut dievakuasi. Kebakaran tersebut disebabkan oleh terbakarnya perangkat kabel.

Bersamaan dengan itu, ledakan terjadi di pusat perbelanjaan FX Sudirman yang terjadi pada pukul 12.00 WIB. Asap mengalir dari restoran cepat saji di lantai dua. Selain dua pusat perbelanjaan tersebut, beberapa pusat perbelanjaan di Indonesia juga sempat mengalami kebakaran.

Kebakaran Mall Yang Pernah Terjadi Di Indonesia

1. Mal CBD Ciledug

Mal CBD Ciledug
Suara.com

texasheritagesociety – Pusat perbelanjaan CBD Ciledug di Kecamatan Karang Tengah Kota Tangerang, Banten terbakar pada sore hari, Kamis (17/10/2018). Api berasal dari bagian gedung di lantai atas pusat perbelanjaan CBD. Komandan pemadam kebakaran UPT Ciledug Wawi mengatakan, kebakaran terjadi di gudang penyimpanan mainan yang rusak. Dia berkata: “Gudang penyimpanan mainan rusak atau tidak digunakan, dan terletak di atas atap.” Wawi mengungkapkan, penyebab kebakaran sementara itu adalah puntung rokok seorang karyawan yang bekerja di pusat perbelanjaan itu.

Dia berkata: “Dugaan awal adalah bahwa puntung rokok merampas mainan, karena banyak dari mereka terbuat dari plastik dan akhirnya menyebar ke semua mainan.” Pihaknya mengirimkan dua unit mobil pemadam kebakaran. Pada saat yang sama, tidak diketahui seberapa banyak api telah hilang. Tetapi, dia memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

2. Bellevue Mall Cinere Depok

Bellevue Mall Cinere Depok
Warta Kota – Tribunnews.com

Pusat perbelanjaan modern Cinere Bellevue Mall (CBM) di Cinere, Depok, Pangkalan Jati, Jalan Merawan, Jawa Barat terbakar. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (4/10/2017) malam. Menurut laporan, api meluas di lokasi tersebut hingga menyebar ke apartemen Cinere Bellevue Suites di sebelahnya.

Di saat yang sama, banyak fakta yang terungkap tentang kejadian malang ini.
– Kondisi mall yang lagi penuh pengunjung
Saat kebakaran terjadi, pengawasan terhadap reporter berita kota di dalam api dipenuhi oleh pengunjung. Alhasil, pengunjung mall diperintahkan untuk meninggalkan lokasi kebakaran. Pengunjung CBM Feri (33) mengatakan pada hari Rabu: “Saya baru memesan kopi di kafe terdekat sekitar jam 9:30 malam, tetapi petugas keamanan segera memberi tahu mereka untuk pergi. Mereka mengatakan ada kebakaran di lantai dua.” malam. Lebih lanjut dia menjelaskan, saat kebakaran terjadi, jaringan listrik pusat perbelanjaan itu langsung mati. Dia mengatakan bahwa kemudian sebagian listrik di beberapa lantai pusat perbelanjaan itu sepertinya mati.
– Api yang sulit dipadamkan
Menurut laporan, kebakaran di lapisan batu bara metana terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Api yang mengamuk menyebar ke apartemen di dekat lapisan batu bara metana. Kepala Dinas Kota Dakar (Damkar) Yap Aryanto menjelaskan, proses pemadaman kebakaran di lokasi tersebut memakan waktu hingga dua jam. Di saat yang sama, alhasil, banyak penghuni apartemen 18 lantai ini yang diselimuti api. Watakota mengutip ucapan Ya’an: “Karena banyak asap, kami mengungsi hingga tengah malam. Semoga tidak ada korban jiwa.”
– Penyebab terjadinya kebakaran
Kebakaran metana batu bara diyakini sebagai akibat dari korsleting. Hal tersebut disampaikan oleh Ary, petugas dari Rescue Kota Depok dan Pemadam Kebakaran. Ali mengatakan, kebakaran tersebut diduga karena laporan Wartakota bahwa terjadi korsleting di pusat perbelanjaan dan genset apartemen pada Rabu malam.
– Api yang telah dipadamkan kembali menyala
Seperti yang kita ketahui bersama, pemadaman api metana dasar batubara dilakukan dari Rabu sore hingga dini hari. Saat semua aman, ternyata pada pukul 05.00 subuh Kamis (10 Mei 2017), api kembali menyala di ruang genset dan menjalar ke supermarket di lantai P-3 mall tersebut. Yayan mengatakan kepada reporter kota bahwa pada pukul 05.00 tepatnya, api kembali menyala di ruang generator pada pagi hari dan menjalar ke Hypermart. Oleh karena itu, personel kami langsung mengalami pemadaman listrik kembali, dan pemadaman listrik masih tetap dingin hingga pagi ini.

Baca Juga : 7 Kekayaan Indonesia yang mendunia

3. Baywalk Mal Pluit

Baywalk Mal Pluit
detikNews

Sore ini di Pengalingen Pluit Utara Jakarta, kebakaran yang terjadi di pusat perbelanjaan Baywalk di Pluit disebabkan oleh saluran AC (AC) di pusat perbelanjaan tersebut. Diduga, kebakaran tersebut disebabkan oleh korsleting AC. Satryadi Gunawan, Kepala Divisi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, mengatakan: “Kebakaran itu ada di pusat perbelanjaan, bukan apartemen. Sumber api itu dari saluran komunikasi di lantai tujuh.” Liputan6.com, Jakarta, Minggu ( 9/9/2018). Satriadi mengatakan, api sebenarnya dipadamkan oleh petugas mal dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Meski demikian, pihak pusat perbelanjaan tetap memanggil pemadam kebakaran untuk memastikan keamanan gedung.

Asap tebal yang membubung dari lantai tujuh membuat panik para pengunjung mal. Pengunjung bergegas menyelamatkan diri dari gedung. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Dia berkata: “Saat kita masuk, panasnya masih ada. Panasnya bisa disalurkan melalui pipa komunikasi. Kita lacak panas di setiap lantai dan Alhamdulillah aman.”

Setelah melakukan pendinginan dan memastikan keamanan gedung, polisi dari Detasemen Gulkarmat di Jakarta Utara meninggalkan lokasi sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, aktivitas pusat perbelanjaan Baywalk kembali normal. Satriadi menegaskan: “Katanya itu korsleting listrik, itu korsleting AC. Kami baru memastikan. Ini aman.”

Sebelumnya dilaporkan terjadi kebakaran di lantai tujuh Apartemen Green Bay di Pluit, Penghalingen, Jakarta Utara. Hal tersebut disampaikan personel di Pusat Komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta. Namun ternyata, kebakaran terjadi di lantai tujuh Baywalk Mall, tak jauh dari Apartemen Green Bay.

4. Rita Supermal, Tegal

Rita Supermal, Tegal
detikNews – Detikcom

Setelah mengerahkan tiga unit mobil pemadam pada Minggu (16/9), api di Rita Supermall Tegal akhirnya bisa dipadamkan. Peristiwa tersebut menarik perhatian warga yang berada di sekitar lokasi dan menimbulkan kemacetan lalu lintas karena lokasinya yang dekat dengan jalur Pantura.

Pastikan bahwa hot spot tersebut berasal dari tempat karaoke “B-Fun” di lantai dua gedung. Seluruh ruang karaoke dibakar. Seperti informasi yang ada kebakaran terjadi pada pukul 10.00 WIB saat tempat karaoke masih keadaan tutup.

Diduga trafo di salah satu ruangan terbakar. Namun, belum diketahui bagaimana api menyebar. Nyala api tiba-tiba terus mengembang dan menyebar ke benda-benda di sekitarnya. Seperti kita ketahui bersama, jarak dari satu ruangan ke ruangan lainnya sangat sempit, dan banyak perabot yang mudah terbakar.

Saat ditemukan kebakaran, banyak karyawan yang berusaha memadamkan api, namun gagal. Setelah sekitar 20 menit, petugas pemadam kebakaran. Pada Minggu (16/9), Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal Andri Yudi Setiawan mengatakan: “Tiga regu pemadam kebakaran telah dikerahkan dari Kabupaten Tegal, Brebes dan Tegal.”

Butuh waktu sekitar satu jam bagi petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Selain tempat karaoke, api juga menjalar ke stadion billiard di sebelahnya. Terakhir, api padam sekitar pukul 11.30 WIB. Mau tidak mau tim harus membongkar salah satu bangunan kaca untuk membersihkan air di dalam ruangan. Dia mengatakan bahwa kami khawatir bangunan itu akan runtuh karena tidak dapat menahan bebannya.

Ia mengatakan, butuh waktu 24 jam untuk memastikan api benar-benar padam. Karena itu, grupnya hendak lalu berkoordinasi dengan pengelola Rita Supermall serta kepolisian. Terkait penyebab kebakaran, Yudi membenarkan hal itu diduga akibat trafo di salah satu ruang karaoke. Di saat yang sama, diTerpaut pemicu kebakaran, Yudi membetulkan bahwa ia tidak mengetahui jumlah kerusakan yang disebabkan oleh kebakaran tersebut, namun dia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa. Muhammad Irsyam Faiz mengungkapkan hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh korsleting listrik. Tapi ini hanya mencurigakan dan masih diselidiki. Tidak ada korban

Baca Juga : 7 Kasus kriminal di Indonesia masih menjadi misteri sampai sekarang

5. Hypermart, Makassar

Hypermart, Makassar
Indomoto.com

Sebuah toko di PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) terbakar pada 6 Februari 2021. Kebakaran terjadi di toko Ramayana di pusat perbelanjaan Panakukang di Makassar. Api tersebut menghancurkan semua barang dagangan dan inventaris di toko tersebut. Suryanto, Direktur Ramayana, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan: “Besarnya kerugian yang diderita Ramayana dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi dan bukan karena kinerja Mayana secara keseluruhan berdampak besar.” (9/2) ).

Ia menambahkan, pengoperasian toko tersebut ditutup sementara. Ramayana berharap toko tersebut dapat dibuka kembali setelah tercapai kesepakatan antara pemilik dan Ramayana mengenai renovasi akibat kebakaran tersebut.

Menurut materi paparan publik Ramayana pada Agustus 2020, RALS memiliki total 118 gerai. Dari seluruh gerai tersebut, 79 gerai berada di Jawa dan 39 gerai berada di luar Jawa.

6. Matahari Kudus

Matahari Kudus
Medcom.id

Pagi ini, kebakaran terjadi di pusat perbelanjaan Matahari di Jalan Lukmonohadi, Kabupaten Kudus. Kini, apinya telah padam, dan hanya tersisa asap di setiap sudut gedung. Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan hingga sore ini api yang melanda Matahari sudah padam. Banyak aparat kepolisian yang masih bersiaga di lokasi.

Agusman mengatakan kepada Detikcom: “Sejak api sudah padam, asap masih mengintai di monitor di Dhaka. Karena banyak pakaian di sana. Tidak langsung padam. Petugas masih standby.” Telepon, Kamis (22/19). 22 / 2/2018). Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 06.45 WIB. Berdasarkan pantauan, api padam pada pukul 15.00 WIB siang tadi. Petugas yang berjaga di lokasi menjaga keamanan masyarakat.

Selain itu, banyak toko di dekat lokasi ini. Polisi khawatir gedung setelah kebakaran bisa jadi rapuh dan mudah runtuh. Karena itu, lanjutnya, situasi masih berstatus quo di kepolisian. Dalam waktu dekat, pihak laboratorium akan turun untuk mencari tahu penyebab kebakaran tersebut. Sekarang mereka ada di tempat kejadian, menunggu api mendingin. Ia mengatakan: “Karena masih panas. Sekaligus menunggu TKP aman digunakan untuk pengurusan TKP. Karena dikhawatirkan plafon TKP roboh,” ujarnya.

Sekitar pukul 12.00 WIB, api sudah terkendali. Lantai dua dan tiga masih mengeluarkan asap putih tipis. Kepala Satpol PP Kudus Pemadam Kebakaran Didik Hartoko mengatakan, kebakaran terjadi sejak pukul 05.00 WIB. Di Dick mengatakan, dilihat dari kondisi bangunannya sebenarnya tidak sulit. Hanya karena ada banyak benda yang mudah terbakar, api menyebar dengan cepat. Selain itu, karena asap hitam sangat berbahaya, petugas pemadam kebakaran tidak dapat masuk ke dalam api.

Petugas sebelumnya berhasil menemukan api untuk mencegah penyebarannya ke gedung-gedung di sekitarnya. Di depan gedung Matahari terdapat Pusat Perbelanjaan Kudus Diperluas (Hypermart), petugas menjaga kehangatan dengan menyiram air agar api tidak menyebar. Djarot Trinobo, store manager Matahari Kudus, mengatakan laporan mencapai pukul 07.00 WIB. Menurut dia, pihaknya sudah tidak ragu-ragu sejak penutupan tadi malam. Jarrot mengatakan kepada wartawan bahwa tidak ada tanda. Dugaan kebakaran dimulai pukul 05.00 WIB dini hari.

Pihaknya belum bisa memperkirakan nilai kerusakan akibat kebakaran tersebut. Ia mengungkapkan, ada perdagangan sepatu dan sandal di lantai satu. Produk fesyen ada di lantai dua, dan food court serta bioskop ada di lantai tiga. Sejak 1990, Matahari menyewa gedung ini dari Pemerintah Bupati Kudus. Ini memiliki sekitar 300 karyawan. Ia mengatakan: “Matahari mengelola lantai dua. Berisi fashion. Sebagian lantai satu berisi sepatu dan sandal.”

7. Mal Klender

Mal Klender
Hipwee

Puluhan petugas keamanan dan beberapa pejuang bersenjata tajam mendukung mereka di sekitar pinggang mereka dan melakukan penggerebekan, membungkam penduduk. Melihat warga yang dijaga ketat tidak menyerah, mereka masih menunggu waktu yang tepat untuk mengambil barang yang diinginkan.

Perampokan itu berlangsung lebih dari satu jam. Kondisi pusat perbelanjaan yang sangat gelap dan tidak ada penerangan karena tidak buka pada saat itu sehingga menyulitkan penghuni pusat perbelanjaan tersebut. Saat orang menggeledah dari lantai dua ke lantai enam, sebenarnya ada yang mengoleksi kasur dan pakaian di tengah ruangan di lantai dua. Setelah mengumpulkan barang-barang tersebut, rombongan langsung menuangkan bensin dan membakarnya.

Asap tebal meletus dari lantai satu, menyebabkan banyak orang di dalam ruangan pingsan karena sesak napas. Tidak ada ekspor saat itu. Beberapa orang juga suka melompat keluar jendela dan mendapatkan bantuan dari warga lain yang tinggal di sana.

Setelah api padam, ratusan jenazah yang terbakar di pertokoan Yogya Plaza yang sebagian besar merupakan mayat tak dikenal. Ada sekitar 400 orang, dan semuanya terbakar. Desas-desus tersebar bahwa sekelompok orang tak dikenal terbakar di pusat perbelanjaan Yogya. Tidak semua korban adalah penjarah. Kebanyakan dari mereka terjebak atau ingin menyelamatkan keluarganya di dalam.

8. ITC Cempaka Mas

ITC Cempaka Mas
JakartaFire.net : Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta

Kios ITC Cempaka Mas di Jl Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, dilalap api. Kios swalayan lantai satu (sebelumnya tertulis di lantai empat) terbakar sekitar pukul 10.20 WIB. Butuh waktu kurang dari 30 menit untuk memadamkan api.

Petugas pemadam kebakaran Jumadi Cabang Jakarta Pusat pada Kamis (9/6/2016). Ia mengatakan, petugas menembaki unit base truk pemadam kebakaran tersebut. Sekitar pukul 10.40 WIB, api berhasil dikendalikan. Dia berkata: “Hanya satu kios yang terbakar. Untung karena banyak orang yang menjual kain dan barang lainnya, cepat ditangani.”

Saat kebakaran terjadi, pusat perbelanjaan itu penuh dengan turis. Pengunjung panik dan lari keluar gedung ITC. Jumadi mengatakan: “Karena situasinya tidak berbahaya, wisatawan sudah dievakuasi dan kini sudah kembali.”