Daftar Beberapa Perusahaan Teknologi Di Indonesia

Daftar Beberapa Perusahaan Teknologi Di Indonesia – Di era disrupsi ekonomi yang sedang terjadi di Indonesia, banyak perusahaan start-up alias startup lahir dan saling bersaing. Perkembangan startup menjadi lebih cepat karena didukung oleh pasar yang luas dan jumlah pengguna internet yang terus meningkat secara signifikan. Dikutip dari situs slot gacor communityrights Berikut ini adalah daftar beberapa perusahaan teknologi di Indonesia.

Perusahaan Teknologi Di Indonesia

Gojek

Berdasarkan hasil riset terbaru CB Insights berjudul “Global Unicorn Club: Private Companies Valued at $1B+ (per 14 Maret 2019)”, GOJEK menjadi perusahaan teknologi pertama di Indonesia yang memiliki valuasi 10 miliar dolar AS dan berhak atas status decacorn, naik pangkat unicorn. GOJEK memulai bisnisnya sebagai layanan ojek on call melalui call center dan saat ini hanya memiliki 20 pengemudi.

Selama lebih dari 8 tahun beroperasi, kini aplikasi dan ekosistem GOJEK telah diunduh lebih dari 142 juta, dengan lebih dari 2 juta mitra pengemudi, hampir 400 ribu mitra pedagang, dan lebih dari 60 ribu penyedia layanan di Asia Tenggara, dengan volume transaksi tahunan sebesar Rp. 2 miliar pada akhir 2018.

Tokopedia

Di tahun 2019, startup e-commerce Tokopedia akan memasuki usia 1 dekade. Tokopedia pertama kali didirikan oleh dua orang sahabat, William Tanuwijaya sebagai CEO dan Leontinus Alpha Edison sebagai CTO dan COO pada tanggal 6 Februari 2009. Pada tanggal 17 Agustus 2009, website Tokopedia(dot)com resmi diluncurkan. Seiring berjalannya waktu, hingga akhir tahun 2018, Tokopedia mencatat telah menjangkau 93 persen kecamatan di Indonesia di lebih dari 17.000 pulau.

Tokopedia juga telah memberikan akses ke lebih dari 100 juta jenis produk untuk masyarakat Indonesia. Pada tahun 2018, gross merchandise value (GMV) Tokopedia meningkat empat kali lipat.

Tokopedia juga telah membuka pusat penelitian bernama Tokopedia-UI AI Center of Excellence, yang hadir untuk mendorong akademisi dan peneliti memanfaatkan teknologi, khususnya AI.

Bukalapak

Achmad Zaky bersama dua temannya, Nugroho Herucahyono dan Fajrin Rasyid, memulai startup Bukalapak pada tahun 2011. Saat itu, mereka melihat peluang potensial untuk mengembangkan situs toko online yang kini dikenal dengan e-commerce.

Kejeliannya akhirnya membuahkan hasil, kini Bukalapak menjadi salah satu startup dengan predikat unicorn. Hingga usia 9 tahun ini, Bukalapak mengklaim telah merangkul lebih dari 4 juta pelapak (sebutan penjual di Bukalapak) dan 50 juta pengguna di Indonesia.

Traveloka

Albert Zhang, Derianto Kusuma, dan Ferry Unardi adalah orang-orang yang mendirikan salah satu startup unicorn, Traveloka pada tahun 2012. Pertumbuhan Traveloka cukup pesat. Sejak beroperasi selama tujuh tahun, Traveloka kini hadir di tujuh negara, antara lain Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina, dan yang terbaru di Australia. Aplikasi Traveloka sendiri kini telah diunduh lebih dari 40 juta kali di Asia Tenggara.

Traveloka juga telah bekerjasama dengan lebih dari 100 maskapai penerbangan bertarif rendah dan full service untuk rute domestik dan internasional, menghadirkan lebih dari 200.000 pilihan rute di Asia Pasifik dan Eropa.

Traveloka juga membangun Research & Development Center yang berlokasi di Embassy Tech Village, Bangalore, atau biasa dikenal dengan ‘Silicon Valley’ ala India. Ada lebih dari 60 teknisi Traveloka yang bekerja di kantor riset tersebut. Traveloka mengungkapkan kini telah mempekerjakan lebih dari 500 engineer dari seluruh dunia.

Warung Pintar

Startup Warung Pintar adalah perusahaan teknologi yang fokus memajukan ekonomi tradisional. Warung Pintar didirikan oleh Agung Bezharie, Harya Putra, Sofian Hadiwijaya pada tahun 2017. Warung Pintar membantu warung tradisional bertransformasi menggunakan teknologi untuk memajukan bisnis mereka. Hingga saat ini Warung Pintar sudah memiliki 1.200 kios yang tersebar di Jabodetabek dan perluasannya mencapai Banyuwangi, Jawa Timur.

Efishery

Sebuah startup yang menyediakan alat pintar untuk memberi makan ikan dan udang, efishery adalah salah satu startup yang perlu mendapat perhatian untuk pertumbuhannya. Efishery didirikan pada tahun 2013 oleh Chrisna Aditya, Gibran El Farizy, dan Muhammad Ihsan Akhirulsyah.

Dengan menerapkan teknologi iot (Internet of Things), efishey diprediksi akan menjadi startup perikanan terbesar di Indonesia. Pendiri dan CEO efishery, Gibran Huzaifah, mengatakan perusahaan juga memiliki beberapa impian untuk mengembangkan perusahaan ini, termasuk memajukan pembudidaya ikan di Indonesia.

Demikian ulasan tentang Daftar Beberapa Perusahaan Teknologi Di Indonesia, semoga bermanfaat.